Showing posts with label Senin. Show all posts
Showing posts with label Senin. Show all posts

Friday, December 1, 2006

Protein Pencerna di Kantong Semar


Tumbuhan kantong semar (Nepenthes sp.)diklasifikasikan sebagai tumbuhan karnivora karena memangsa serangga. Kemampuannya itu disebabkan oleh adanya organ berbentuk kantong yang menjulur dari ujung daunnya. Organ itu disebut pitcher atau kantong. Kantong semar hanya hidup di daerah tropis dan Indonesia adalah pusat penyebaran utamanya. Dari 83 spesies Nepenthes sp. yang diketahui saat ini, 55(lebih dari 60 persen) di antaranya terdapat di Indonesia.

Kemampuannya yang unik dan asalnya yang dari negaratropis itu menjadikan kantong semar sebagai tanaman hias pilihan yang eksotis di Jepang, Eropa, Amerika,dan Australia. Sayangnya, di negaranya sendiri justru tak banyak yang mengenal dan memanfaatkannya, baik untuk bisnis maupun penelitian.

Bahkan beberapa spesiesnya masuk daftar tumbuhan yang terancam punah, seperti yang terpampang pada iklan Yayasan Kebun Raya Bogor di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Satu topik penelitian yang menarik dari tumbuhan iniadalah bagaimana ia dapat memakan serangga sehingga ada yang menyebutnya "tumbuhan buas". Penelitian Slack(1979) menunjukkan bahwa pada bagian tutup kantong terdapat kelenjar nektar yang menarik serangga, khususnya semut.

Penelitian lebih baru oleh Merbachdan tim (2002) menunjukkan bahwa Nepenthes albomarginata memiliki rambut halus putih pada bibir kantong yang menjadi makanan semut. Bibir kantong ituberlapis lilin yang licin, sehingga serangga mudah tergelincir ke dalam kantong yang berisi cairan, seperti ditunjukkan Owen dan Lennon (1999).

Untuk lebih mempermudah semut naik sampai atas bibir kantong, beberapa Nepenthes sp. memiliki kantong dengan sayap yang pada sisi-sisinya ada rambut menyerupai tangga. Di dalam kantong terdapat cairan yang berfungsi seperti cairan lambung manusia. Cairan itu bersifat asam dengan pH 2,8 - 4,9 yang memungkinkan tubuh serangga rusak.

Untuk dapat diambil zat gizinya, komponen tubuh serangga perlu dihancurkan sampai molekul penyusunnya.Tugas ini dilakukan oleh berbagai enzim--protein yang mengkatalis reaksi kimia. Contohnya enzim kitinaseyang mengurai cangkang serangga.

Yang lebih dominandan banyak jumlahnya adalah enzim protease, yang mengurai protein dari tubuh serangga. Enzim inipopuler dengan nama nepenthesin (paduan kata"Nepenthes" dan "protein"). Pertamakali dikarakterisasi oleh Jentsch (1972), lalu gen pengkodeproteinnya diklon oleh Chung-Il (2001) dan Althauda(2004).

Kantong semar mempunyai kemampuan unik lain, yaitu dapat membentuk kantong yang berbeda dari tumbuhan yang sama. Kantong yang menggantung dan berada di atas tanah disebut kantong atas, sementara kantong yang berada di atas tanah disebut kantong bawah. Fenomenadimorfisme ini tampak jelas pada tumbuhan kantong semar Nepenthes gymnamphora yang penulis amati di Taman Nasional Gunung Halimun, Jawa Barat.

Kantong atas berwarna hijau karena kandungan klorofil memungkinkannya melakukan fotosintesis seperti daun, sementara kantong bawah yang terlindung dari sinar matahari berwarna merah menyala. Pilihan ini bukan tanpa alasan.

Serangga terbang yang menjadi mangsa kantong atas tidak terlalu membutuhkan rangsangan warna, sementara semut yang menjadi "santapan" kantong bawah perlu dipikat dengan warna yang mencolok.

Moran (1996) mengamati perbedaan jenis serangga yangditangkap oleh dua jenis kantong itu. Apakah perbedaan mangsa dan bentuk kantong itu juga berpengaruh pada komposisi protein di dalam kantong? Kami berhasil mengisolasi protein dalam cairan kantong atas dan kantong bawah dari N. gymnamphora dari Taman Nasional Gunung Halimun untuk pertama kalinya di dunia baru-baru ini. Dari masing-masing 800 mililiter cairan yang dikumpulkan dari kantong, dapat dimurnikan protein sebanyak 1 ml.

Keragaman protein dianalisis dengan teknik SDS-PAGE yang menampakkan pola pita protein yang ada. Pemurnian dilakukan dengan teknik kromatografi kolom penukarion. Hasilnya mencengangkan. Ternyata keduanya menunjukkan pola pita protein yang sama persis.

Duajenis protein yang utama diduga terdapat dalam cairan kantong tersebut. Uji aktivitas terhadap protein yangtelah dimurnikan menunjukkan bahwa protein itu adalah enzim protease yang kemungkinan besar adalah Nepenthesin I dan Nepenthesin II. Penelitian ini merupakan awal dari usaha bertaniprotein menggunakan tanaman endemik Indonesia ini.

Penulis : Arief Budi Witarto (Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI) Sumber : Koran Tempo (19 Januari 2006)

revisi terakhir : 30/01/06 (19:19 WIB)

Source : http://intra.lipi.go.id/masuk.cgi?berita&&&&2006&15&1138623555

Thursday, November 30, 2006

Kantong Semar Ternyata Bisa Dijumpai di Puncak Batu Ayau

Sendawar, Kompas - Tumbuhan pemangsa serangga atau disebut kantong semar secara mengejutkan masih ditemukan di ketinggian lebih dari 1.600 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Puncak Batu Ayau, kawasan Pegunungan Mulle. Kawasan ini merupakan batas wilayah Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Timur.

Tumbuhan karnivora ini termasuk yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Para peneliti yang menyertai Tim Ekspedisi Lintas Barito-Muller-Mahakam menganggap temuan ini eksotik. Hal ini mengingat di daerah lain kantong semar ditemukan di hutan kerangas dataran rendah. Kantong semar ini berwarna hijau dan lebih besar dibandingkan dengan jenis lainnya yang ditemukan di dataran rendah Kalimantan.

Peneliti dari Laboratorium Konservasi Tanah dan Air Universitas Mulawarman Samarinda, Emi Purwanti, Minggu (10/7), mengatakan, temuan ini membuat Puncak Batu Ayau semakin menarik. Puncak Batu Ayau sendiri sudah dianggap menarik karena dianggap menjadi pembatas distribusi flora dan fauna antara Kalteng dan Kaltim.

Emi mengatakan, kantong semar jenis Nephentes stenophylla ini ditemukan di puncak bukit batu kapur yang termasuk dalam kategori hutan kerangas. Biasanya hutan kerangas atau hutan berpasir hanya ditemukan di dataran rendah dengan ketinggian tidak lebih dari 600 meter di atas permukaan laut.

Di dalam kantong semar terdapat nektar yang bisa mengundang serangga untuk hinggap dan serangga tersebut bisa jatuh tergelincir ke dalamnya, kata Emi. Serangga tidak bisa keluar lagi karena di dalam kantong semar terdapat semacam lilin serta nektar yang lengket. Serangga yang masuk kemudian dicerna dengan enzim masam yang dimiliki kantong semar.

Kantong semar perlu memangsa serangga untuk melepaskan nitrogen dan hara-hara lainnya untuk diabsorpsi oleh tumbuhan, kata Emi. Kantong pemangsa serangga dan artropoda tersebut sebenarnya merupakan daun yang mengalami modifikasi dan berisi cairan untuk mencerna makanan.

Menurut Emi, di Kalimantan terdapat tidak kurang dari 28 jenis tumbuhan dari marga Nephentes ini. ’’Catatan lain, Kalimantan dikenal sebagai pusat penyebaran marga Nephentes di dunia,’’ katanya. (AMR/THY/RAY)